Laman

Selasa, 03 Agustus 2010

AKRONIM BAHASA GAUL

Semakin hari semakin banyak saja muda-mudi yang menggunakan bahasa gaulnya sendiri. Mereka menciptakan bahasa tersendiri untuk kalangannya masing-masing, diluar itu maaf pasti tidak tau. Selain itu, mereka juga sedikit terus memberikan sentuhan dari gaya bahasanya, gaya bertutur yang mereka miliki sendiri sehingga terlihat berlebihan tetapi menarik.

Untuk kalangan terbatas, bahasa gaul mungkin tidak mengena, mungkin juga mereka tidak memahami arti kata-kata yang diucapkan. Sebagian orang bilang, berbicara dengan bahasa dan gaya sendiri menciptakan sensasi rasa yang luar biasa, itupun dengan syarat selagi mereka cakap dan saling mengerti bisa dilanjutkan

bagi yang tertarik akronim bahasa gaul silakan download disini Read more "AKRONIM BAHASA GAUL..."

SEJARAH NAMA INDONESIA

Sebelum kedatangan bangsa Eropa
PADA zaman purba kepulauan tanah air kita disebut dengan aneka nama.


Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan kita dinamai *Nan-hai* (Kepulauan Laut Selatan).Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini *Dwipantara* Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta *dwipa* (pulau) dan *antara* (luar, seberang).

Kisah Ramayana karya pujangga Valmiki yang termasyhur itu menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Ravana, sampai ke *Suwarnadwipa* (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.

Bangsa Arab menyebut tanah air kita *Jaza’ir al-Jawi* (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan adalah *benzoe*, berasal dari bahasa Arab *luban jawi*(kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon *Styrax sumatrana* yang dahulu hanya tumbuh di Sumatra .

Sampai hari ini jemaah **** kita masih sering dipanggil “Jawa” oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. “Samathrah, Sholibis, Sundah, kulluh Jawi (Sumatra, Sulawesi , Sunda, semuanya Jawa)” kata seorang pedagang di Pasar Seng, Mekah.


Masa kedatangan Bangsa Eropa

Lalu tibalah zaman kedatangan orang Eropa ke Asia . Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang itu beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab , Persia , India , dan Cina. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Cina semuanya adalah Hindia”. Semenanjung Asia Selatan mereka sebut “Hindia Muka” dan daratan Asia Tenggara dinamai “Hindia Belakang”. Sedangkan tanah air kita memperoleh nama “Kepulauan Hindia” (*Indische Archipel, Indian Archipelago, l’Archipel Indien*) atau “Hindia Timur” *(Oost
Indie, East Indies , Indes Orientales)* . Nama lain yang juga dipakai adalah “Kepulauan Melayu” (*Maleische Archipel, Malay Archipelago , l’Archipel Malais*).

Ketika tanah air kita terjajah oleh bangsa Belanda, nama resmi yang digunakan adalah *Nederlandsch- Indie* (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah *To-Indo* (Hindia Timur).

Berbagai Usulan Nama

Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu Insulinde*, yang artinya juga “Kepulauan Hindia” (bahasa Latin *insula* berarti pulau).


Eduard Douwes Dekker

Tetapi rupanya nama *Insulinde* ini kurang populer. Bagi orang Bandung , *Insulinde* mungkin cuma dikenal sebagai nama toko buku yang pernah ada di Jalan Otista.

Pada tahun 1920-an, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1879-1950), yang kita kenal sebagai Dr. Setiabudi (beliau adalah cucu dari adik Multatuli), memopulerkan suatu nama untuk tanah air kita yang tidak mengandung unsur kata “ India ”. Nama itu tiada lain adalah Nusantara, suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya.

Setiabudi mengambil nama itu dari Pararaton, naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di Bali pada akhir abad ke-19 Lalu diterjemahkan oleh J.L.A. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920.

Namun perlu dicatat bahwa pengertian Nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian, nusantara zaman Majapahit. Pada masa Majapahit Nusantara digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam bahasa Sansekerta artinya luar, seberang) sebagai lawan dari *Jawadwipa*( Pulau Jawa).

Kita tentu pernah mendengar Sumpah Palapa dari Gajah Mada, *”Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa” *(Jika telah kalah pulau-pulau seberang, barulah saya menikmati istirahat). Oleh Dr. Setiabudi kata nusantara zaman Majapahit yang berkonotasi jahiliyah itu diberi pengertian yang nasionalistis.

Dengan mengambil kata Melayu asli antara, maka Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu “nusa di antara dua benua dan dua samudra”, sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi nusantara yang modern.

Istilah nusantara dari Setiabudi ini dengan cepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif dari nama Hindia Belanda. Sampai hari ini istilah nusantara tetap kita pakai untuk menyebutkan wilayah tanah air kita dari Sabang sampai Merauke. Tetapi nama resmi bangsa dan negara kita adalah Indonesia . Kini akan kita telusuri dari mana gerangan nama yang sukar bagi lidah Melayu ini muncul.

Nama Indonesia
Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, *Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia * (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), orang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865),menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.

James Richardson Logan

Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel *On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations*. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (*a distinctive name*), sebab nama Hindia Tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: *Indunesia*atau *Malayunesia* (*nesos* dalam bahasa Yunani berarti Pulau).

Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis: *… the inhabitants of the Indian Archipelago or malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians.*

Earl sendiri menyatakan memilih nama *Malayunesia* (Kepulauan Melayu) daripada *Indunesia* (Kepulauan Hindia), sebab *Malayunesia* sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan *Indunesia* bisa juga digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa). Lagi pula, kata Earl, bukankah bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini? Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah *Malayunesia* dan tidak memakai istilah *Indunesia*. Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel *The Ethnology of the Indian Archipelago. * Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanahair kita, sebab istilah “Indian Archipelago” terlalu panjang dan membingungkan.

Logan memungut nama *Indunesia* yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia.

Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan : *Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia , which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago. * Ketika mengusulkan nama “ Indonesia ” agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama bangsa dan negara yang jumlah penduduknya peringkat keempat terbesar di muka bumi!

Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama “ Indonesia ” dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku *Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel* sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air kita tahun 1864 sampai 1880.

Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah “Indonesia” di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah “Indonesia” itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam *Encyclopedie van Nederlandsch-Indie*tahun 1918.

Padahal Bastian mengambil istilah “ Indonesia ” itu dari tulisan-tulisan Logan. Putra ibu pertiwi yang mula-mula menggunakan istilah “ Indonesia ” adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika di buang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama *Indonesische Pers-bureau. *

Masa Kebangkitan Nasional
Makna politis

Pada dasawarsa 1920-an, nama “ Indonesia ” yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama “ Indonesia ” akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan! Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu. Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa *Handels Hoogeschool* (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam , organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama *Indische Vereeniging* ) berubah nama menjadi *Indonesische Vereeniging* atau Perhimpoenan Indonesia . Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.

Bung Hatta

Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya, “Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (*de toekomstige vrije Indonesische staat*) mustahil disebut “Hindia Belanda”. Juga tidak “Hindia” saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli.

Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (*een politiek doel*), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (*Indonesier*) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya. “ Sementara itu, di tanah air Dr. Sutomo mendirikan *Indonesische Studie Club*pada tahun 1924. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Lalu pada tahun 1925 *Jong Islamieten Bond* membentuk kepanduan *Nationaal Indonesische Padvinderij* (Natipij).

Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama “ Indonesia ”. Akhirnya nama “ Indonesia ” dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa kita pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini kita sebut Sumpah Pemuda. Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota *Volksraad* (Dewan Rakyat; DPR zaman Belanda), Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo, dan Sutardji Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Belanda agar nama “Indonesia” diresmikan sebagai pengganti nama “Nederlandsch- Indie”

Kongres Pemuda

Tetapi Belanda keras kepala sehingga mosi ini ditolak mentah-mentah. Maka kehendak Allah pun berlaku. Dengan jatuhnya tanah air kita ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama “Hindia Belanda” untuk selama-lamanya. Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945, atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, lahirlah Republik Indonesia. Read more "SEJARAH NAMA INDONESIA..."

Nanoteknologi Bakal Merevolusi IT


Setelah hampir lima dekade perkembangan teknologi informasi, kini mulai terasa adanya revolusi di bidang yang maju pesat ini. Perkembangan nanoteknologi mungkin akan mengambil peran besar dalam mendorong revolusi ini.

Hal tersebut karena nanoteknologi dapat dikawinkan dalam sistem mekatronika dan embedded system yang selama ini menjadi bagian penting perangkat teknologi informasi. Kehadiran nanoteknologi akan memberi napas baru perkembangan teknologi informasi bersanding dengan mekatronika dan embedded system.

"Sekitar empat dekade mekatronika telah menunjukkan peran dalam kehidupan manusia, mulai dari sistem produksi, transportasi, hingga sistem-sistem lain," ucap Arko Djajadi, Dosen Departemen Mekatronika Swiss German University, dalam Seminar Nasional Nanoteknologi, Selasa (3/8/2010) di Gedung Badan Penerapan dan Pengembangan Teknologi (BPPT), Jakarta.

Dia mengungkapkan, kemudian peran embedded system pun hadir pada hampir semua produk, di mana mekatronika telah terhimpun di dalamnya, maupun pada produk-produk baru yang utamanya adalah multimedia dan komunikasi.

"Dari pemutar MP3, alat-alat medis, hingga militer banyak menggunakan embedded system. Disket sudah kita lupakan, dan sekarang hard disk yang 20 GB itu juga sudah biasa," tuturnya.

Dikatakannya, nanoteknologi memungkinkan adanya peningkatan signifikan terhadap berbagai aspek produk sarat teknologi, di mana inti dari embedded system dan teknologi informasi akan mengalami lompatan kemampuan berkat nanoteknologi.

"Contoh-contoh produk dari perusahaan besar dunia seperti Toshiba, IBM, dan HP telah fokus melakukan riset di bidang nanoteknologi untuk tetap mampu bertahan dan bersaing di dunia yang makin kompetitif," ujarnya. Read more "Nanoteknologi Bakal Merevolusi IT..."

Shinta-Jojo Keong Racun Jadi Model Klip dan Iklan


Jakarta - Sinta dan Jojo ketiban rezeki setelah me-lipsynch lagu Keong Racun. Keduanya menjadi model video klip Keong Racun versi Charly 'ST 12' dan bintang iklan.

"Kita kebetulan di sini jadi model video klip. Modelnya sama seperti yang di YouTube. Jadi di sini kita lipsynch," ungkap Jojo saat ditemui di lokasi syuting video klip Keong Racun, di Studio Spark, Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (3/8) petang.

Tak hanya menjadi bintang klip grup vokal Putri-Pelope, kedua gadis asal Bandung ini mengaku banyak mendapat tawaran. Salah satunya menjadi bintang iklan.

"Tawaran sih ada saja. Ada yang menawarkan iklan juga. Kebetulan yang kita sanggup ya dikerjakan. Lagian kami masih kuliah juga. Nomor satu pendidikan," ujar Jojo diamini Sinta.

Hal yang paling mencengangkan adalah ketika lagu itu Keong racun sempat menjadi trending topic pada situs mikrobloging Twitter.

Hingga saat ini jumlah viewers video Keong Racun telah dikunjungi lebih dari satu juta viewers, yang berarti semakin hari video tersebut semakin dicari dan diminati.

Lagu Keong Racun pertama kali dinyanyikan oleh seorang penyanyi bernama Lissa dalam album bertitel Dangdut Techno rilisan label Air Atudio. [aji/mor]

bagi yang tertarik lagu mp3-nya keong racun dapat di download di sini
lirik lagu nya di sini Read more "Shinta-Jojo Keong Racun Jadi Model Klip dan Iklan..."

Indosat Perluas Akses Internet 42 Mbps


VIVAnews - PT Indosat Tbk (Indosat) terus melakukan upgrade infrastruktur jaringan GSM mereka. Kali ini, menggandeng Nokia Siemens Networks, Indosat menghadirkan layanan internet berbasis seluler generasi berikutnya.

Setelah sebelumnya menghadirkan layanan DC-HSPA+ 42 Mbps di Jakarta dan Surabaya, kali ini layanan serupa dihadirkan bagi pengguna di Medan, Sumatera Utara. Dengan hadirnya layanan ini, Indosat menjadi operator pertama di Asia dan kedua di dunia yang menawarkan layanan tersebut.

“Selain menyediakan pengunduhan yang cepat bagi pengguna, Indosat juga menciptakan 'telekomunikasi ramah lingkungan' melalui modernisasi jaringan yang mengurangi konsumsi daya dan meningkatkan efisiensi,” kata Harry Sasongko, Presiden Direktur & CEO, Indosat, pada keterangannya, 3 Agustus 2010.

Selain itu, Sasongko menyebutkan, DC-HSPA+ 42Mbps ini juga merupakan upaya untuk segera memanfaatkan tambahan frekuensi 3G (second carrier) yang belum lama ini diperoleh dari pemerintah.

“Penggunaan smartphone yang meningkat telah menyebabkan kenaikan trafik data secara eksponensial di seluruh dunia, dan Indonesia bukan perkecualian dalam hal ini,” kata Richard Kitts, Presiden Direktur PT Nokia Siemens Networks Indonesia, pada kesempatan yang sama.

Kitss menyebutkan, keputusan Indosat untuk menawarkan kecepatan browsing yang lebih tinggi akan membantu operator ini mempertahankan pasarnya.

Hadirnya akses internet cepat berbasis DC-HSPA+ 42Mbps serta modernisasi jaringan di Medan membuat Indosat siap untuk mengadopsi evolusi teknologi dalam layanan telepon selular dan dengan cepat dapat merealisasikan layanan LTE (Long Term Evolution atau 4G) di masa mendatang.

Manfaat yang tidak kalah penting dari modernisasi jaringan ini adalah efisiensi biaya operasional berupa penghematan pemakaian daya listrik sampai 50% dan efisiensi kebutuhan ruangan sampai 50%, hal ini juga merupakan salah satu upaya Indosat untuk mendukung penciptaan “green telco” di industri telekomunikasi. Read more "Indosat Perluas Akses Internet 42 Mbps..."

Cara Membobol iPhone Pun Dibeberkan

WASHINGTON - Keputusan Kantor Hak Cipta AS merevisi aturan baru yang "menghalalkan" tindakan hacking, unlocking, dan jailbreaking terhadap perangkat elektronika yang diproteksi produsennya, langsung disambut para hacker. Tim iPhone Dev yang dikenal ahli dalam urusan semacam itu pun merilis tekniknya secara terbuka kepada publik pada hari Minggu (1/8/2010) untuk membobol iPhone 4, smartphone terbaru buatan Apple.

Teknik yang diungkap dalam situs Jailbreakme.com ini tidak seperti teknik jailbreak yang sudah ada karena tidak perlu dihubungkan ke komputer. Kali ini, jailbreak terhadap iPhone 4 dapat dilakukan langsung melalui browser Safari yang sudah ada pada perangkat tersebut. Teknik tersebut dapat berjalan pada semua perangkat yang menggunakan iPhone OS (iOS) termasik iPhone, iPad, dan iPod Touch yang berjalan pada iOS 4 dan iOS 4.0.1 tetapi belum pada iOS 4.1 beta.

Jailbreaking tersebut memungkinkan perangkat untuk menjalankan aplikasi yang belum diizinkan Apple. Jailbreaking juga memungkinkan perangkat berjalan di jaringan telekomunikasi yang lain selain mitra eksklusif Apple.Namun beberapa pengguna mengatakan bahwa jailbreaking mengganggu fitur FaceTime untuk videoconference dan fungsionalitas MMS pada perangkat.

Apple enggan berkomentar mengenai jailbreaking ini dan mengingatkan mereka yang melakukan hal itu maka akan membatalkan garansi atas perangkat mereka. Menurut Apple dalam pernyataan sebelumnya, sebagian besar tindakan jailbreaking terhadap iPhone dapat membatalkan garansi dan dapat menyebabkan iPhone menjadi tidak stabil dan tidak bekerja secara andal.

disadur dari:compas.com

Read more "Cara Membobol iPhone Pun Dibeberkan..."
Seorang PNS Diduga Lakukan Pelecehan di Busway

Jakarta (ANTARA) - Seorang pengawai negeri sipil digelandang petugas keamanan Bus Transjakarta ke Polres Jakarta Pusat, karena diduga melakukan pelecehan terhadap penumpang perempuan.

Kapolres Jakarta Pusat, Komisaris Besar Hamidin di Jakarta, Senin, mengatakan, korbannya adalah mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah dan mahsiswi Universitas Trisakti dan pelakunya adalah DA (35) yang berstatus PNS.

"Mahasiswi tersebut berinisial DW dan NG," ujar Kapolres.

Menurut Hamidin, pelaku DA (35) berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dengan jabatan staf Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Pelecehan itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, saat busway jurusan Pulogadung Harmoni, dalam keadaan penuh.

Perlakuan tidak senonoh itu mulai terjadi saat DA, naik dari shelter di kawasan Cempaka Putih, dan langsung berdiri di belakang DA dan NG.

"Kondisi padat, pelaku dan korban dalam keadaan berdiri," ujar Hamidin.

Seperti sengaja, bersamaan dengan bus yang sedang mengerem, pelaku menciumi lengan korban. Tapi perlakuan ini masih dianggap biasa karena kondisi busway sedang penuh.

Tapi, korban korban mulai sadar karena kejadian ini berlangsung berkali-kali saat busway mengerem.

Lanjut Hamidin, pelaku malah sengaja memegang payudara kedua mahasiswi itu saat mobil mendekati halte Haromini. Kedua mahasiswi itu tentu berteriak.

"Suasana bus mendadak menjadi ramai, DW dan NG langsung menunjuk DA dan meneriakinya telah melakukan perbuatan cabul," lanjut Hamidin.

Berdasarkan kejadian itu, petugas busway segera mengamankan DA dan membawanya ke Pos Polisi Sangaji di kawasan Harmoni.

Kedua korban dan pelaku kemudian dibawa ke Polres Jakarta Pusat, dan segera diperiksa di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak.

Sebelum diamankan polisi, pelaku sempat dipukuli oleh puluhan penumpang lain di shelter bus Harmoni. Kini, DA terus dimintai keterangan sementara korban sudah diperbolehkan pulang.

"Korban masih shock, jadi tadi sudah disuruh pulang setelah di-BAP," ujar Hamidin.

Hamidin menambahkan, tersangka dijerat dengan pasal 281 ayat 2, tentang tindak kesusilaan di muka umum yang berhubungan dengan nafsu kelamin. Dia terancam hukuman dua tahun delapan bulan penjara.

"Sudah jadi tersangka dijerat dengan pasal 281 ayat 2 dan akan ditahan," ujar Hamidin. Read more " ..."
 

photo

photo

photo

photo

photo

photo